Sunday, 11 September 2016


Liputan6.com, Jakarta - Memasuki tahun pertama sebagai eCommerce lokal, MatahariMall berhasil menghadirkan berbagai inovasi produk dan layanan terbaik bagi masyarakat di Indonesia.“Kami sangat berterima kasih atas antusiasme dan kepercayaan dari pelanggan, seller, partner, dan media terhadap sepak terjang MatahariMall di Indonesia selama satu tahun belakangan ini," ucap Hadi Wenas selaku CEO MatahariMall dalam keterangan tertulis, Minggu (11/9/2016).

Pada perayaan ulang tahun MatahariMall yang pertama di Jakarta (9/9), Wenas membeberkan pencapaian MatahariMall.com di tahun pertamanya yang berhasil jangkau 483 dari 514 kota di Indonesia.“Dengan semangat dan kerja keras dari para faMMilia, di tahun pertama MatahariMall, kami berhasil jangkau 483 dari 514 kota di Indonesia, sudah lebih dari 93% dari seluruh kota kabupaten yang ada di Indonesia," ujar Wenas.

Tak hanya itu, Wenas juga mengungkap kalau pertumbuhan MatahariMall saat ini berkat skema online-to-offline (O2O). Lewat skema O2O, konsumen dapat membeli barang secara online di MatahariMall, dan mengambilnya di titik-titik O2O (PickUp&PayCOD) di seluruh Indonesia.Selain mengandalkan skema O2O, MatahariMall pun menghadirkan program Jual Online Aja (JOA), sebuah program pelatihan bagi UMKM dan meluncurkan kembali promo diskon hingga 99% yang bernama Super September.
Read More


Liputan6.com, Jakarta - Perolehan yang minim dari dana tebusan program Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) bukan menjadi tanda jika kebijakan ini gagal.Adapun berdasarkan data dashboard amnesty pajak pukul 17.45 WIB, uang tebusan yang diterima pemerintah dari tax amnesty baru mencapai Rp 8,14 triliun atau 4,9 persen dari target Rp 165 triliun.Ekonom PT Bank Mandiri Sekuritas Leo Putra Rinaldy mengatakan, rendahnya perolehan bukan berarti jika tax amnesty gagal. Masyarakat diprediksi baru akan ikut tax amnesty pada akhir-akhir periode.Dia menerangkan, hal tersebut terlihat dari pergerakan jumlah tebusan yang semakin hari semakin banyak. Bahkan, peningkatan tarif tebusan relatif cepat.

"Nggak bisa dibilang gagal, kalau diperhatikan penerimaan, revenue rata-rata Rp 1 triliun kalau dibanding Juli Agustus. Padahal baru seminggu," kata dia di Kantor Pusat Bank Mandiri, Jakarta, Jumat (9/9/2016).Menurut dia, orang akan berbondong-bondong ikut tax amnesty pada pekan ketiga dan keempat September ini."Orang ikut tax amnesty butuh proses. Mereka ingin betul-betul butuh detailnya," jelas dia.Dia mengatakan, Bank Mandiri sendiri memperkirakan realisasi tebusan sekitar Rp 70 triliun. Angka ini di bawah target pemerintah Rp 165 triliun.

Dia menuturkan, jika sampai penghujung September tembus Rp 20 triliun maka target dana tebusan Rp 70 triliun bakal tercapai."Jika sampai September nggak capai Rp 20 triliun, maka Rp 70 triliun nggak tercapai," tutup Leo.(Amd/Nrm)
Read More